Sabtu, 10 Desember 2011

Larangan Menertawakan Kentut

Diriwayatkan dari Abdullah bin Zam'ah r.a, bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah saw. sedang menyampaikan khutbahnya dan menyebutkan unta yang disembelih (kaum Tsamud). Beliau bersabda, "(Ketika bangkit orang yang paling celaka diantara mereka)," yakni bangkitlah seorang laki-laki terhormat, 'aarim (penjahat) dan paling jahat di tengah kaumnya seperti Abu Zam'ah. Lalu beliau juga menyebutkan masalah wanita dan bersabda, "Apakah kalian dengan sengaja memukul isteri kalian seperti memukul seorang hamba, padahal mungkin pada malam harinya ia tiduri juga." Kemudian beliau memberikan nasehat kepada mereka tentang menertawakan kentut, beliau bersabda, "Mengapa salah seorang dari kalian menertawakan sesuatu yang dia lakukan," (HR BUkhari [4942] dan Muslim [2855]).
  1. Larangan menertawakan kentut
  2. Seorang manusia tidak selayaknya menertawakan apa yang ia lakukan sendiri.
Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar'iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Ats

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews